Ujian tengah semester kewirausahaan
2. Tulis dan jelaskan ayat quran atau hadits yang menganjurkan kita untuk
berwirausaha/bekerja!
Jawab :
عن المقدام رضي الله عنه ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ما أكل آحد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده. وان نبي الله داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده (أخرجه البخارى)
Artinya: “Dari Al-Miqdam bin Ma’dikariba ra., dari Rasulullah SAW., beliau bersabda: seseorang yang makan hasil usahanya sendiri, itu lebih baik. Sesungguhnya nabi Daud as., makan dari hasil usahanya sendiri.”
Islam memang tidak memberikan penjelasan secara eksplisit terkait konsep tentang kewirausahaan (entrepreneurship) ini, namun di antara keduanya mempunyai kaitan yang cukup erat, memiliki ruh atau jiwa yang sangat dekat, meskipun bahasa teknis yang digunakan berbeda. Dalam Islam digunakan istilah kerja keras, kemandirian (biyadihi), dan tidak cengeng. Dalam ayat hadist di atas menggambarkan bahwa apa ynag kita makan apabila berasal dari hasil usaha dan kerja keras kita sendiri akan terasa lebih nikmat dibandingkan dengan diberi oleh orang lain. Maka dari itu apabila kita berwirausaha maka kita bisa menciptakan sesuatu yang kita hasilkan dari hasil usaha kita sendiri sehingga akan terasa lebih nikmat.
berwirausaha/bekerja!
Jawab :
عن المقدام رضي الله عنه ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ما أكل آحد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده. وان نبي الله داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده (أخرجه البخارى)
Artinya: “Dari Al-Miqdam bin Ma’dikariba ra., dari Rasulullah SAW., beliau bersabda: seseorang yang makan hasil usahanya sendiri, itu lebih baik. Sesungguhnya nabi Daud as., makan dari hasil usahanya sendiri.”
Islam memang tidak memberikan penjelasan secara eksplisit terkait konsep tentang kewirausahaan (entrepreneurship) ini, namun di antara keduanya mempunyai kaitan yang cukup erat, memiliki ruh atau jiwa yang sangat dekat, meskipun bahasa teknis yang digunakan berbeda. Dalam Islam digunakan istilah kerja keras, kemandirian (biyadihi), dan tidak cengeng. Dalam ayat hadist di atas menggambarkan bahwa apa ynag kita makan apabila berasal dari hasil usaha dan kerja keras kita sendiri akan terasa lebih nikmat dibandingkan dengan diberi oleh orang lain. Maka dari itu apabila kita berwirausaha maka kita bisa menciptakan sesuatu yang kita hasilkan dari hasil usaha kita sendiri sehingga akan terasa lebih nikmat.
Dalam Al-Qur’an surat An-Naml ayat 88 dikenal kata “itqon” yang berarti proses pekerjaan yang sungguh-sungguh, akurat dan sempurna.
وَتَرَى
الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ
اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ (٨٨
“Dan
kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya,
pedahal is berjalan sebagai jalan awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang
membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Etos
kerja seorang muslim adalah semangat untuk menapaki jalan lurus, dalam
hal mengambil keputusan pun, para pemimpin harus memegang amanah
terutama para hakim. Hakim berlandaskan pada etos jalan lurus tersebut
sebagaimana Nabi Daud ketika ia diminta untuk memutuskan perkara yang
adil dan harus didasarkan pada nilai-nilai kebenaran, maka berilah
keputusan dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran.
Komentar
Posting Komentar